Translate

Selasa, 07 September 2021

Petualangan cinta part 51

 Part 51


Sekitar jam 8 malam Echa minta anter gw ke kamar mandi buat pipis sekalian cuci muka, malam itu dia ngerasa takut melihat situasi kostan cukup sepi, hanya beberapa kamar yang lampunya nyala. Selain itu letak kamar mandi di kostan Ale posisinya ada di paling ujung makanya Echa ngerasa takut kalo harus ke kamar mandi sendirian. Gw pun nganter Echa, selama didalam kamar mandi dia gak hentinya manggil nama gw buat mastiin gw masih nunggu dia diluar.


Disitu iseng lah gw ngomong "Cha!" ... "Hemm" jawab Echa.

"Cd nya gak usah lu pake lagi ya!" pinta gw.

"Kenapa emang?"

"Gak apa-apa, pokoknya cd lu lepas aja!" perintah gw.


Tak ada jawaban dari Echa. Terdengar lah suara air yang dia ambil dari bak mandi dengan menggunakan gayung untuk membasuh memeknya setelah buang air kecil. Suasana didalam kamar mandi kembali hening, beberapa saat terdengar lagi suara air ketika Echa cuci muka.


Saat Echa membuka pintu kamar mandi nampaklah wajahnya yan masih basah dengan butiran-butiran air menghiasi setiap sudut wajahnya. Gw tatap matanya dengan penuh gairah, gw rangkul pinggangnya lalu gw kecup bibirnya yang tak lebih dari satu detik kemudian Echa ngelumat bibir gw. Kita berciuman di depan kamar mandi, sambil berciuman gw raba-raba pantat bulat Echa sambil sesekali meremasnya. Saat gw masukin tangan ke balik celananya ternyata Echa gak pake cd ,, yeeessss !!! Seru gw dalam hati


Kita sudahi ciuman dan kembali ke kamar lalu kita nyari makan. Makanan kita makan ditempat biar gak ribet nyiapi piring dll, lagian Ale bilang semua piring belum dia cuci. Selesai makan kita kembali ke kostan lalu kita ngobrol-ngobrol bertiga sampai jam 9 lebih. Echa pamit untuk tidur duluan, selang beberapa menit Ale juga pamit mau beli rokok tapi udah lebih dari 10 menit dia gak balik-balik. Echa yang katanya mau tidur kembali bangun .. "si Ale koq lama ya, perasaan warung kan gak jauh"


"Iya, aneh gw juga Cha, koq lama ya!?" jawab gw.


Gw keluar dari kamar buat nyari Ale, ternyata dia udah tidur dikamar sebelah (kamar temen kost nya). Hheeemmmm, perasaan jalan gw menuju pengencrotan koq gampang banget, ada aja jalannya dan berasa dipermudah banget buat dapetin cewe yang gw suka. Pertanyaan seperti itu kerap kali muncul di benak gw. Awalnya pertanyaan seperti itu muncul setelah beberapa kali eksekusi cewe yang berbeda tapi pertanyaan itu gak pernah gw tanggapi dan tak pernah gw cari tau apa penyebabnya.


Mengetahui Ale udah tidur gw kembali ke kamar lalu buka baju dan celana, yang tersisa cuma celana boxer doang. Echa merhatiin gw lalu dia nanya "si Ale kemana?"


"Udah tidur dikamar sebelah"

"Berarti kita berdua dong di kamar ini?

"Iya" jawab gw singkat.

"Lu kenapa cuma pake boxer doang?"

"Kebiasaan gw gini Cha kalo mau tidur, tenang aja gw tidur dibawah koq!


Setelah ngelepas baju dan celana gw kembali ke depan monitor lalu main game Ghost Rec*n, gw biarkan Echa tidur duluan dan gak ganggu dia. Sambil main gw minum vodka murni yang masih tersisa seperempat botol, selang beberapa menit kemudian gw nengok ke belakang dimana Echa terbaring dan gw liat dia nampak tertidur nyenyak. Gw perhatiin wajahnya saat tertidur, wajah Echa nampak lebih cantik ketika tertidur, bibirnya jadi keliatan lebih tipis dan mungil.


Hanya sebentar gw merhatiin dia, selepas itu fokus gw kembali ke monitor. Belum satu menit gw memalingkan muka tiba-tiba .. "Ka ,, Dika ,,!" Echa manggil gw.


"Lu belum tidur Cha?" tanya gw tanpa menoleh ke arahnya.

"Gw gak bisa tidur!" seru Echa.

"Tenang aja Cha, walau gw mabok gw gak akan macem-macem koq, gw masih bisa kontrol" kata gw menenangkan kekhawatiran Echa.


Gw kira setelah ngomong gitu dia bakal tidur tapi ternyata Echa malah bangun lalu duduk di samping gw yang kemudian nyenderin kepalanya di bahu kanan gw.


"Tadi lu minta gw lepas cd buat apa?"


Gw nengok ke arah Echa yang lagi nyenderin kepalanya di bahu gw. Menyadari gw nengok tak lama dia menengadahkan kepalanya sampai wajah kita berhadapan.


Tanpa menjawab pertanyaannya gw dekati bibirnya dan kita pun berciuman. Selama beberapa menit kita cuma ciuman tanpa melakukan aktivitas lain. Echa melepas ciuman lalu dia kembali rebahan diatas kasur dengan posisi terlentang, gw nyusul dia ke kasur dengan merangkak kemudian gw ikut rebahan disampingnya dengan posisi menyamping menghadap Echa.


"Lu pengen tau kenapa gw minta lu lepas celana dalam?" tanya gw yang kemudian disambut Echa dengan anggukan kepala.


Sambil bertatapan gw pegang perutnya, perlahan tangan gw turun sampai ke kancing celananya lalu gw buka kancing itu dengan sangat pelan sampai kancing terlepas. Hanya dengan perlakuan seperti itu gw bisa rasakan jantung Echa berdebar kencang dan nafasnya seperti bergetar. Gw turunin sleting celananya dengan pelan lalu gw sibak celananya yang sudah terbuka dan memasukan tangan sampai gw bisa nyentuh jembutnya. Sedikit demi sedikit tangan gw turun sampai jari tengah gw bisa nyentuh belahan memeknya, berlanjut turun nyentuh itilnya dan berakhir di lubang memeknya yang ternyata udah licin dan basah. Gw colek-colek memeknya yang basah dengan lembut, ngeliat ekspresinya yang secara spontan menggigit bibir bawahnya gw ketawa cekikikan, dan hal itu ternyata membuatnya kesal. Dengan segera Echa nyingkirin tangan gw dari selangkangannya kemudian dia berbalik membelakangi gw.


"Ciee marah ya?" ucap gw ngegoda Echa yang ngambek gara-gara gw ketawa.

"Nyebelin banget sih lu, ngerusak suasana aja" gerutu Echa yang ketika itu masih tetap membelakangi gw.

"Jangan ngambek dong, masa gitu doang ngambek. Gw kan cuma becanda" kata gw coba meredakan kekesalannya.


Gw balik tubuh Echa jadi terlentang lagi lalu gw tidih tubuh mungilnya, kita saling bertatapan, gw usap dan elus keningnya sambil menyibak rambut yang menutupi wajah Echa kemudian gw kecup kening Echa. Kecupan gw turun ke mata, hidung, dan berakhir di bibirnya, namun saat bibir kita bertemu Echa memalingkan wajahnya. Gw gak pedulikan itu, ciuman gw turun ke lehernya, beberapa kali gw lumat dan jilat leher Echa sampai dia mendesah "aaaahhhhhhh sssttttttt aaaaahhhhhh sssstttttt eeemmmhhhhh ssstttt aaaahhhhh".


Tak cukup sampai situ, gw remas toket mungil Echa yang ukurannya gak beda jauh sama toket Nisa dan Sinta. Toket yang seukuran nasi bungkus Key eF Si itu gw remas keduanya dengan lembut secara bergantian. Lalu gw angkat kaos Echa sampai terlepas, sekalian gw lepas juga bra nya. Dan 😍😍😍😍😍 my favorit boobs terpampang dihadapan mata gw. Tanpa berlama-lama gw caplok tu toket lalu gw sedot-sedot dan menjilati putingnya diberada dalam mulut gw. Echa meronta-ronta mengeliat bagai ulat sambil meremas rambut gw dengan kedua tangannya dibarengi desahan pelan namun menggairahkan "eeemmmhhhh ssttt aaahhhhh sssttt aaahhhh sstttt eemmmmhhhh sstttt ooohhhhh"


Puas memanjakan toket nya ciuman gw turun ke perut, gw jilati pusarnya beberapa kali sambil berusaha ngelepas celananya. Setelah celananya terlepas gw kangkangin kedua pahanya, nampaklah memek mungil tembem dengan kerumunan rumput hitam yang tumbuh diatas belahan memeknya. Memeknya sudah nampak basah mengkilat, segera gw lahap memek Echa, gw buka mulut selebar mungkin buat ngelahap seluruh bagian memek Echa yang ukurannya kecil tapi tembem bagai kue serabi imut khas kota Kembang.


"Anjing ,,, eeemmmmhhhh aaaahhhhh aaaaahhhhh aaaahhh eeeemmmhhhhhh gila enak banget ... Ssstttt aaaahhhhh" gumam Echa saat gw jilatin memeknya. Tak hentinya kedua tangan Echa ngeremas-remas kepala gw bahkan sampai sesekali dia benamkan kepala gw dan menahannya seolah dia gak mau gw berenti jilatin memeknya.


Entah berapa lama mulut dan lidah gw menari-nari di selangkangan Echa, yang pasti waktu itu Echa sampai kelojotan, mengerang dan mendesah dengan kedua tangan meninggalkan kepala gw dan berpindah ngeremas bedcover "eeeennngggggg aaaahhhhh aaaaahhhhh aaaaahhhh aaaahhhhh" ... Desahan itu bersamaan dengan lubang memeknya berkedut-kedut seperti bool ayam saat ditiup.


Setetah kedutan memeknya berhenti Echa ngedorong kepala gw sampai mulut gw terlepas dari memeknya kemudian dia tertawa kecikikan sambil nutup wajahnya dengan kedua tangan. Gw bangkit dari sana sambil ngelepas celana lalu gw berpindah keatas tubuh Echa dengan posisi pinggul gw tepat diantara kedua kakinya yang masih ngangkang.


"Boleh gak?" tanya gw meminta izin buat nyetubuhin Echa. Dia balas pertanyaan gw dengan senyuman dan anggukan kepala. Gw tuntun burung tanpa mata, sayap dan kaki peliharaan gw untuk memasuki sarang baru dan mengobrak-abrik segala sesuatu yang ada didalam sana. Dengan sedikit dorongan lembut ... Blleesssssss ... "Eeeemmmmmhhhhhh ... Anjing ... Sakiiittttt ... Kontol lu gede amat Ka" pekik Echa dengan wajah meringis saat kontol gw melesak masuk ke dalam pintu gerbang kemerdekaan dan menyusuri setiap mili lorong sempit licin miliknya.


"Memek lu yang sempit bukan kontol gw yang gede Cha" kata gw.


Gw diamkan kontol sejenak agar memek Echa terbiasa dengan kehadiran kontol gw. Untuk mengisi waktu kita berciuman agar masa penantian itu tak terbuang sia-sia. Beberapa saat kemudian barulah hw gerakin pinggul maju mundur dengan ritme mengikuti alunan musik dari game ghost rec*n.


"Anjing sakit Ka, stooppp ,, lepas dulu plissss!" seru Echa memohon.


Karena gw gak terpaksa gw hentikan genjotan dan mencabut kontol dari memeknya.


"Masa sakit sih Cha? Lu sebelumnya udah pernah kan?"

"Emang pernah Ka, tapi gak pernah nyampe digenjot kaya barusan"

"Maksud lu!? Masa ngewe gak digenjot?

"Dulu gw dipaksa sama mantan gw, begitu selaput dara sobek gw dorong dia lalu gw nangis sambil maki-maki dia, abis itu gw putusin dia. Baru kontol lu yang keluar masuk memek gw".

"Masa sih?"

"Sumpah demi apapun Ka, cuma kontol lu yang keluar masuk memek gw" kata Echa meyakinkan gw.

"Jadi gimana dong? Lanjut gak?"

"Iya bentar dulu, soalnya nafsu gw udah turun gak kaya pas awal-awal"

"Ya iya lah lu udah ngecrot" kata gw.


Kita kembali berciuman sambil gw elus-elus memek Echa pake kepala konti, sesekali gw masukin kepalanya, makin lama makin dalam dan gw lanjut ngenjot memeknya. Walau kadang sedikit meringis tapi gw lihat ekspresinya mulai menikmati setiap sodokan di liang senggamanya. Plok plok plok plok hentakan demi hentakan menghujam selangkangan Echa, kita berdua bersimpuh peluh sampai perut Echa basah oleh keringat gw dan keringatnya. Cuma dalam satu posisi gw gentot dia malam itu sampai akhirnya gw crot di perut Echa.


Setelah membersihkan peju kita kembali berpakaian lalu kita tidur sambil pelukan. Keesokan harinya kita bangun jam 6 pagi, gw dan Echa mandi bareng, sebelum mandi kita ngewe dulu dengan posisi berdiri, gw genjot Echa dari belakang dan gw keluarin peju di pantat Echa. Setelah kejadian itu kita menjalin hubungan TTM, Teman Tapi Mekprek (mekprek = ngewe).


Singkat cerita Semester 2 selesai. Berakhirnya semester 2 menjadi akhir hubungan gw sama Anne, Fitri, dan Cinta.


Tahun 2005 Anne nikah, gw cukup kaget ngedenger berita pernikahan Anne dari mama nya yang tiada lain adalah bibi gw (adik mama gw). Entah siapa cowo yang bakal jadi suaminya karena Anne gak pernah cerita ke gw kalo dia punya cowo, gw emang gak ada masalah sih dengan nikahan Anne, gw cuma kaget doang. Toh selama ini hubungan gw sama dia cuma sebatas suka sama suka sebagai pemuas nafsu, perasaan gw ke dia gak lebih dari hubungan sebagai saudara sepupu.


Di hari pernikahannya gw baru ketemu sama cowonya, suami Anne berperawakan tinggi kecil, berkulit putih bersih (ukuran cowo) dan juga ganteng. Gw ngaku kalah ganteng dari suami Anne.


Hari itu gw di pernikahan Anne dari pagi sampai acara selesai, kebetulan acara pernikahan diadakan di halaman rumah jadi waktunya agak longgar gak terbatas seperti di gedung. Hari itu Randi cowo nya Sella juga ada dari pagi sampai acara selesai, kita gak sempet ngobrol panjang lebar, dia sibuk bantu-bantu beresin piring bekas makan tamu dan juga ngisi makanan yang udah kosong sedangkan gw diem di dalam rumah ngobrol sama Nisa, Sinta, Yuni, Kemal, dan sepupu lain yang udah mulai beranjak remaja.


Kok ada Nisa? Ya iya lah Nisa hadir di nikahan Anne karena Anne sendiri yang ngundang dia. Hari itu pagi-pagi sekitar jam setengah 8 gw jemput Nisa tapi gak dirumahnya, gw jemput dia di gerbang perum tempat tinggalnya, alasannya masih sama dengan sebelum-sebelumnya dia bilang "lagi ada papa". ðŸĪŠ .


Beberapa hari sebelumnya gw main ke rumah dia pas ada papanya tapi gak apa-apa malah Nisa sendiri yang ngajak gw pergi. What's wrong with her?? I don't care!! Lagian gw udah gak berharap banyak darinya.

Lagi enak-enak ngobrol hp gw dan hp Nisa bunyi hampir bersamaan, nada yang keluar adalah notif sms masuk. Kita juga buka sms itu bersamaan dan isinya juga sama, itu adalah sms dari Dina.


"Hai guys liburan pada kemana nih? Gw kangen sama kalian udah 2 tahun gak ketemu. Gimana kalo kita liburan ke rumah kakek gw di P*****? Tempatnya enak loh buat santai-santai. Kalo kalian setuju kabarin gw secepatnya"


Dina kirim multiple message makanya gw dan Nisa nerima sms itu hampir bersamaan. Setelah membaca sms dari Dina gw dan Nisa saling betatapan lalu secara bersamaan kita bilang "Dina ngajak liburan. hahahhahaha" kita berdua ketawa karena omongan kita sama.


"Gimana Ka, kamu mau gak?" tanya Nisa.

"Kamu sendiri gimana?" gw balik nanya.

"Kalo kamu ikut aku juga ikut" jawab Nisa.

Gw balas sms Dina "Gw sama Nisa ikut Din"


Beberapa menit kemudian gw dan Nisa nerima sms lagi dari Dina .. "Oke, berarti yang fix ikut Yuda, Isnan, Andi, Jerry, Aep, Ridwan, Dika, Nisa, Rahma, dan Ika. Berdasar kesepakatan nanti kita kumpul hari jum'at tgl (gw lupa) jam 3 sore di rumah Yuda biar yang bawa motor bisa disimpen dirumahnya. Kita berangkat pake mobil gw dan mobil Yuda"


Menjelang sore gw nganter Nisa pulang, memasuki gerbang perum Nisa masih diem tapi beberapa puluh meter dari rumahnya Nisa minta gw berenti lalu dia turun, sebelum kita pisah Nisa nengok kanan kiri lalu nyuruh gw buka helm. .. Muuaacchhh .. Nisa ngecup pipi gw seraya berkata "aku disini aja, kamu langsung pulang ya sayang. Hati-hati dijalan!" kata Nisa. Gw ngangkat alis kanan isyarat gw ngerasa aneh sama sikapnya, Nisa senyum natap gw nunggu gw putar arah. Setelah pake helm lagi gw pamit lalu puter arah tapi gw gak langsung pulang, gw berenti lalu turun dari motor disebuah titik yang gak terlihat oleh Nisa lalu gw ngintip dan nampak lah Nisa yang lagi jalan kaki menuju rumahnya. Alasan gw berenti karena gw ngeliat 318i E46 warna silver parkir di jalan depan rumah Nisa. Setelah Nisa masuk gerbang gw naik motor lalu melaju menuju rumahnya, gw cuma lewat doang sih soalnya penasaran sekalian buat mastiin itu mobil siapa. Namun ketika gw lewat tepat didepan rumahnya gw gak ngeliat siapapun di teras rumah dan pintu ruang tamu juga dalam keadaan tertutup.


Aahhh sudah lah, gw putusin buat balik ke rumah Anne sekalian jemput Sinta ngajak ke rumah buat curhat tentang Nisa, sesampainya di rumah kita ngobrol di kamar walau ada papa mama, kita gak ragu buat nutup dan kunci pintu toh kita ini sodara sepupu jadi gak mungkin dong ngelakuin hal yang nggak-nggak .. (pikir orang tua sama ade-ade gw 😅) .. Awalnya kita emang gak berbuat yang nggak-nggak, gw cuma curhat tentang Nisa, iya awalnya doang curhat, ujung-ujungnya ya ngapain lagi kalo bukan silent fuck ðŸĪ­. Seperti yang gw ceritakan thread pertama kalo Sinta sering berusaha nahan buat nggak desah dan latihannya emang berguna disaat mendesak seperti ini. Selepas maghrib gw nganter Sinta ke rumahnya, disana gw gak lama cuma ngopi bentar udah gitu gw pamit.


Hari yang direncanakan pun tiba, kita janjian buat kumpul di rumah Yuda jam 3 sore. Judulnya doang jam 3 sore, kenyataannya hari itu gw jemput Nisa kerumah aja jam 5 Sore sesuai sama yang dia minta. Sampe di rumah Nisa gw ketemu sama papanya yang belum lama sampai rumah, kita ngobrol sejenak sambil nunggu Nisa siap-siap, beliau nanya ke gw tentang acara liburan kita dan gw jawab sesuai info dari Dina. Jujur disitu gw ngerasa gak ada masalah sama sekali, perlakuan orang tua Nisa ke gw baik-baik aja, malah sebelum kita berangkat kedua orang tua Nisa bilang "titip Nisa ya Ka!", gw cuma ngangguk mengiyakan amanatnya dan gw berjanji akan jaga Nisa semampu gw.


Singkat cerita kita nyampe di rumah Yuda 15 menit kemudian, kalo gak salah waktu itu cuma ada Jerry dan Isnan sedangkan yang lain belum pada dateng. Dina yang ngejanjiin kita jam 3 aja baru dateng jam 6 kurang beberapa menit sebelum adzan maghrib berkumandang. Setelah anak-anak pada dateng barulah kita berangkat sekitar jam 7 lebih setelah adzan isya.


Isnan, Andi, Ridwan, gw, dan Nisa di mobil Yuda. Aep, Jerry, Rahma, dan Ika di mobil Dina. Yuda jadi supir, Andi duduk disampingnya, Ridwan dan Isnan di kursi tengah, gw dan Nisa di kursi belakang. Kita sengaja pakai 2 mobil supaya merasa nyaman di perjalanan gak desak-desakan mengingat jarak rumah kakek Dina lumayan jauh, letaknya ada di pegunungan diluar kota tempat kita tinggal.

Dengan longgarnya kursi penumpang dan gelapnya malam selama perjalanan tentu saja kita manfaatin. Gw keluarin hp lalu buka menu pesan tapi gak gw kirim, hp itu kita gunakan buat ngobrol lewat tulisan.


"Nis, aku mau kasih tantangan buat kamu", gw kasih hp ke Nisa yang kemudian dia baca dan tak lama dia ngetik balasan.

"Nggak!", Nisa ngasih hp ke gw.

"Aku belum bilang tantangannya apa, kok udah bilang nggak?" gw kasih hp ke Nisa.

"Aku tau apa yang kamu pikirin"

"Mau gak? Kita bikin sensasi baru!"

"Gak mau! Kalo ketauan mereka gimana?"

"Gak akan apa-apa, toh si Ridwan udah sering liat kita"

"Iya si Ridwan. Yang lainnya gimana?"

"Mereka udah tau hubungan kita sayang, gak ada yang perlu disembunyiin lagi. Kapan lagi kita nemu moment menegangkan kaya gini" gw ngasih hp ke Nisa tapi setelah pesan yang gw ketik dibaca dia nutup menu pesan itu lalu ngasih hp ke gw.


Nisa nyenderin kepalanya di bahu gw lalu ngerangkul pundaknya, tak lama dengan tangan kirinya Nisa gerayangin kontol dari luar celana sampai kontol gw ngaceng. Udah gitu dia keluarin si rommy lewat celah sleting kemudian Nisa menggeser duduknya lalu nunduk. Dilahapnya kontol gw dengan santai, Nisa menaik turunkan kepalanya untuk ngocok kontol dengan mulutnya sedangkan gw ngeremas-remas pantat Nisa dengan tangan kanan, merasa kurang puas ngeremas dari luar celana gw masukin tangan kedalam celananya berusaha buat nyentuh memeknya tapi hal itu cukup sulit, akhirnya gw mainin tuh lubang boolnya diputer-puter sambil sedikit menekannya yang membuat Nisa malah mengkerutkan lubang itu lalu .. plaaakkkk .. tangan gw yang lagi mainin liang bool Nisa pukul, mungkin dia gak mau gw mainin lubang itu makanya dia mukul tangan gw.


Nisa menghentikan sepongan dan narik tangan gw dari pantatnya, dia dibukanya tas yang dia bawa lalu ngeluarin tissu basah. Nisa ngelap tangan kanan gw dengan tissu basah itu tanpa berkata apapun, setelah dirasa bersih Nisa ngelepas kancing celana dan juga nurunin sletingnya lalu nurunin celana dan cd sampai pangkal paha. Dia tiduran menyamping di jok belakang, gw sentuh memeknya ternyata udah lumayan basah tapi gak terlalu, untuk memudahkan masuknya si petualang memek gw ambil sedikit air liur lalu melumuri memeknya dengan air liur. Gw sedikit bergeser agak menyamping lalu nempelin konti di memek Nisa tapi sayang yang bisa masuk cuma kepalanya doang, posisi gw waktu itu cukup sulit buat masukin konti seperti biasanya.


Selama proses penetrasi itu cukup menimbulkan suara krasak krusuk yang menarik perhatian si Ridwan, dia pun nengok ke belakang tapi dia gak ngeliat Nisa yang lagi tiduran. Gw cuma senyum sambil ngangkat kedua alis beberapa kali yang disambut Ridwan dengan menggelengkan kepala. Dengan susah payah gw genjot memek Nisa walau hanya kepalanya doang yang masuk. Beberapa kali gw genjot Nisa dan setiap gerakan rupanya cukup membuat mobil yang sedang berjalan ikut bergoyang. Hal itu dirasakan oleh Yuda sebagai pemegang kendali sampai-sampai dia bilang "kok jadi goyang gini, ban nya kempes gitu?", Andi menanggapi omongan Yuda "nggak ah".


"Iya elu penumpang gak akan kerasa, gw yang nyetir kerasa banget" kata Yuda.

"Minggir aja dulu, coba cek ban nya" kata Andi.


Mobil pun menepi kemudian berhenti, gw hentikan genjotan biar mobil gak goyang yang tentunya bakal sangat terasa kalo mobil berhenti, selain itu gw masukin lagi konti ke celana dan tutup pantat Nisa yang masih terbuka dengan menggunakan jaket sebelum Nisa merapikan kembali celananya. Yuda nyuruh Andi ngambil senter yang ada di laci dashboard, setelah Andi memberikan senter Yuda turun buat ngecek ban. Untunglah sahabat terbaik ku ini mulutnya gak doer, dia tetep diam walau tau apa yang gw dan Nisa lakukan dibelakang mereka. Setelah memeriksa semua ban Yuda pun naik lagi.


"Gimana ada yang kempes?" tanya Andi.

"Gak ada, tapi kok tadi agak goyang ya!" seru Yuda.

"Perasaan lu aja kali Yud, mungkin jalannya bergelombang" ucap gw.

"Bergelombang pala lu pea" umpat Ridwan.

"Nisa kemana Ka?" tanya Yuda saat dia ngeliat ke jok belakang.

"Ada ini lagi tidur" jawab gw.

"Iya si Nisa tidur" kata Isnan setelah dia ngeliat Nisa.


Kita pun lanjut jalan, beberapa kilo meter kemudian Nisa bangun lagi ketika mobil melindas lubang yang cukup dalam. Nisa kembali duduk di saat yang tepat tepat jadi gak mengundang kecurigaan yang lain.


"Aduuhhh hati-hati dong Yud, kepala gw sakit nih jekedot" keluh Nisa.

"Sorry Nis, gak keliatan lubangnya" kata Yuda ngebela diri.

"Lu tiduran di paha gw aja Nis biar gak kejedot lagi" ucap gw.

"Nggak ah, udah gak ngantuk" jawab Nisa.


Perjalanan masih lama, perkiraan gw dari lokasi kita sekarang masih butuh waktu sekitar 3 jam. Seiring bejalannya waktu satu per satu dari kita mulai tertidur, diawali oleh Isnan yang tak lama diikuti Isnan. Selang beberapa menit kemudian Andi juga tidur dan itu dikeluhkan Yuda.


"Si anjing malah pada molor. Lu jangan ikutan molor juga Ka, temenin gw" pinta Yuda setelah ngeliat spion tengah.

"Iya ini gw sama Nisa masih bangun" jawab gw.


Suasana udah makin sepi, cuma lantunan lagu yang menemani kita. Gw berbisik ke Nisa minta buat nyepong lagi nyampe gw crot, tanpa menunda waktu Nisa pun melakukan apa yang gw minta. Dia kembali mengeser posisi duduknya kemudian menurunkan kepalanya. Dibukanya sleting celana gw lalu dia keluarkan konti yang udah lemas dan langsung melahapnya. Sruuppp sruupp sruuppp dengan cekatan Nisa mainin kontol dengan mulutnya, sebisa mungkin gw gak menunjukkan ekspresi apapun dengan arah pandangan fokus ke depan, sesekali gw ngeliat spion tengah juga buat mastiin arah pandangan Yuda.


Cukup lama Nisa nyepongin kontol gw dan dia nampak menikmati setiap lumatannya, menjelang crot gw belai kepala Nisa, dia mengerti isyarat itu. Sedotannya makin kuat dan permainan lidahnya juga makin liar sampai croootttt crooottt crooott crooot ... Peju keluar di mulut Nisa, dia ngurut batang kontol mulai dari pangkal batang sampai ke ujung kepala sambil menghisapnya sehingga tak ada peju yang tersisa. Peju itu tanpa ragu Nisa telan, lalu dia hisap kontol gw lagi buat mastiin gak ada lagi peju yang tersisa. Setelah dirasa cukup bersih Nisa ngelap mulutnya dengan tissu basah, lalu dia lap batang kontol gw sebelum dia masukan kembali kedalam celana.


Gw dan Nisa pun tertidur dengan Nisa tidur di pangkuan gw meninggalkan Yuda terjaga seorang diri. Kita baru bangun setelah sampai di tempat tujuan sekitar jam 12 malam.


Part 50 link : https://ceritadewasaco.blogspot.com/2021/09/petualangan-cinta-part-50.html


next part 52

https://ceritadewasaco.blogspot.com/2021/09/petualangan-cinta-part-52.html



Tidak ada komentar:

Posting Komentar